fbpx

Rejim Zionis : Kejahatan Yang Tiada Pengakhiran?

Rejim Zionis : Kejahatan Yang Tiada Pengakhiran?

Rejim Zionis : Kejahatan Yang Tiada Pengakhiran?

Rejim Zionis kini masih membantai bumi Lubnan walaupun telah diisytiharkan gencatan senjata! Ribuan tentera telah mereka kerahkan memasuki persempadanan Lubnan. Keadaan di Lubnan menjadi tragis, mengharukan dan menyedihkan buat umat Islam yang prihatin. Begitu juga keadaan di Semenanjung Gaza – yang merupakan tanah-tanah penduduk Palestin – kembali bergolak dengan aksi-aksi kejahatan yang tiada taranya.


Para tentara rejim zionis, menggunakan meriam, kereta kebal, helikopter dan pesawat-pesawat tempur, meningkatkan pembantaian terhadap rakyat Palestin, terutama di Semenanjung Gaza. Pembunuhan terhadap rakyat Palestin oleh pasukan militer zionis, sudah merupakan kegiatan rutin dan kebiasaan bagi para pejabat Tel Aviv. Puluhan tahun Palestin telah dijajah oleh kaum zionis, dan selama itu jutaan orang Palestin terpaksa tinggal di khemah-khemah pelarian sementara di beberapa negara. Kini mereka memperluaskan penguasaan dan kezaliman ke Lubnan semata-mata kononnya untuk membebaskan 3 orang askar mereka yang telah di tawan.

Pelbagai reaksi dunia berkumandang di corong udara. Negara Timur Tengah menagih bantuan campurtangan Amerika, walaupun mereka tahu Amerika adalah sekutu & penyokong kuat kezaliman Israel. PBB cuba mendesak namun suara pertubuhan besar dunia ini seperti ’suara’ seekor semut! OIC turut bersidang dan mengeluarkan Resolusi Putrajaya mendesak gencatan senjata harus diadakan segera. Umat Islam seluruh dunia juga semakin meluap-luap rasa marah dan benci kepada sikap zionis dan sekutunya. Akan tetapi rejim zionis secara terus menerus meningkatkan aksi-aksi kekerasan dan niat buruknya. Terorisme terhadap rakyat dan pemerintah rasmi Palestin, yang merupakan agenda kerja tetap rejim zionis, hari demi hari mengalami peningkatan yang tiada taranya. Akibatnya, hingga kini telah ribuan orang dari rakyat Palestin yang menjadi korban tindakan biadap terorisme negara rejim zionis. Kejahatan-kejahatan rejim zionis tidak terbatas dengan membunuh warga Palestin, malah sehingga kini rejim teroris ini juga telah membakar dan merosakkan sejumlah besar ladang pertanian dan rumah tempat tinggal milik rakyat Palestin. Di samping itu, dengan pembinaan tembok pemisah yang dikenali dengan nama “tembok rasialis” atau “tembok apharteid” merupakan tindakan rejim zionis untuk mengambil alih sebahagian dari kawasan Tepi Barat Sungai Jordan. Wahai umat! Kita bertempik dan mengkritik rejim kejam ini dari istana indah rumah kita, sedang mereka, rejim zionis terus bekerja mencanaikan umat Islam disebalik keruntuhan rumah yang dimusnahkan dengan bedilan bom.

Pembunuhan dan teroris terhadap rakyat Palestin dan pemusnahan sawah dan kebun, rumah dan tempat-tempat penting serta pusat-pusat ekonomi mereka, membuktikan kedahsyatan kejahatan rejim zionis. Selama beberapa tahun lalu, rejim ini telah membuktikan bahawa mereka tidak mengenal batas kekejaman. Tampaknya, yang mendorong rejim zionis menggempur lagi kawasan yang telah mereka tinggalkan pada bulan ogos tahun lalu, ialah disebabkan ketegaran warga Gaza dalam menuntut hak-hak mereka. Meskipun menghadapi tekanan-tekanan ekonomi dan militer, mereka masih tetap menuntut hak-hak mereka, termasuk diakhirinya penjajahan atas Palestin. Dalam hal ini, rakyat Gaza, mengambil jalan perjuangan untuk melawan kekuatan militer rejim zionis, dan sebahagian dari mereka telah gugur syahid di atas jalan yang mulia dan suci ini. Dalam serangan terbaru tentara rejim zionis ke Gaza, pelbagai cara kekerasan yang sangat keji telah dilakukan, sehingga dapat dikatakan bahwa serangan-serangan ini dilakukan dengan tingkat kegilaan yang mencapai puncaknya dan dengan pelanggaran terhadap seluruh norma kemanusiaan dan perundangan internasional.

Keganasan dan jenis serangan rejim Zionis ke Gaza, yang menggunakan berbagai macam senjata moden, menunjukkan bahawa tujuan serangan-serangan ini, tidak terbatas hanya terhadap para pejuang Palestin. Hingga kini sudah puluhan orang dari rakyat Palestin, termasuk perempuan dan kanak-kanak, turut menjadi korban meninggal atau cedera, dalam serangan-serangan keji zionis ini. Selain itu, hancurnya jambatan-jambatan, jalan-jalan penghubungan, bandar-bandar, rangkaian perhubungan, dan pelbagai infrastruktur ekonomi, merupakan sebahagian dari agenda kerja pasukan militer rejim zionis. Bahkan sejumlah sekolah dan hospital pun tidak selamat dari kekejian serangan-serangan mereka.

Di antara kejahatan lain rejim zionis dalam serangan ke Gaza, yang membangkitkan kehairanan semua pihak ialah, penculikan 10 orang anggota delegasi pemerintahan dan 25 anggota parlimen serta sejumlah wakil Dewan pemerintah Palestin. Baru pertama kali inilah terjadi, pasukan militer suatu rejim ilegal (haram) menculik para menteri dan wakil pemerintahan lain. Padahal berdasarkan perjanjian Oslo, rejim zionis mengakui kebebasan pemerintahan Palestin. Dengan demikian, rejim zionis kembali menunjukkan bahwa mereka tidak memiliki komitmen terhadap perjanjian-perjanjian mereka, dan hanya mampu berbicara dengan bahasa kekerasan.

Para pejabat Tel Aviv, menjadikan masalah penawanan seorang tentara rejim zionis, sebagai alasan serangan luas mereka ke Jalur Gaza. Tentara zionis ini ditawan oleh para pejuang Palestin dalam sebuah pemberontakan yang terjadi sebelumnya. Dalam pemberontakan tersebut dua tentara zionis tewas. Para pemimpin rejim teroris ini menyerang dan membunuh warga Palestin di Semenanjung Gaza dengan alasan tertawannya seorang tentara mereka, padahal sudah bertahun-tahun mereka menahan ribuan warga Palestin yang sebagiannya mereka lakukan tanpa alasan apa pun, dan menyiksa mereka di penjara-penjara rejim ini yang sangat menakutkan. Pada saat ini sekitar 10.000 orang Palestin menjadi tawanan di penjara-penjara rejim zionis, dimana sekitar 1000 orang dari mereka terdiri dari perempuan, anak-anak dan orang tua. Untuk itu, salah satu syarat para pejuang Palestin untuk membebaskan seorang tentara zionis yang mereka tawan itu ialah pembebasan para tahanan Palestin , yang ditolak oleh rejim Tel Aviv.

Berita mengatakan bahwa serangan beberapa kelompok pejuang Palestin terhadap pasukan militer rejim zionis, biasanya dilakukan sebagai balasan aksi-aksi kejahatan rejim ini, sebagaimana yang terjadi sebelum ini, pasukan militer rejim zionis membantai sepuluh warga yang merupakan anggota sebuah keluarga Palestin, yang tengah berwisata di pantai Gaza. Akibat serangan kekejaman itu, hanya yang tinggal “Huda Ghaliyah” seorang anak gadis kecil waris dari keluarga tersebut, yang hingga kini masih trauma dan sering histeria ketika mengingati pemandangan yang sangat memilukan jiwanya sebagai seorang anak kecil perempuan, yang menyaksikan jasad kedua orang tua dan saudara serta anggota keluarganya yang lain, bergelimpangan dalam keadaan yang sangat menyeramkan.Berita ini disaksikan oleh sebagian besar masyarakat dunia, membangkitkan kesedihan dan kemarahan sebagian besar warga dunia. Peristiwa ini hanyalah satu di antara kejahatan yang tidak berperikemanusiaan rejm zionis. Beberapa hari setelah tragedi tersebut, pasukan militer rejim ini, dalam waktu satu hari, membantai tiga anak kecil Palestin di bawah usia 8 tahun.Pembunuhan anak-anak kecil merupakan aksi-aksi bengis rejim zionis yang sering terjadi. Bahkan beberapa hari lalu, Ibrahim Gambari, Wakil Politik PBB, dalam laporannya kepada DK mengatakan bahwa dalam masa satu bulan yang lalu, 64 orang Palestin terbunuh di tangan tentara rejim zionis, dimana 11 dari mereka itu adalah kanak-kanak. Para pemerhati politik meyakini bahwa serangan buas rejim zionis ke Semenanjung Gaza ini, sengaja dilakukan untuk melemahkan pemerintahan Palestin yang saat ini dipegang oleh Hamas. Sejak bulan Januari lalu, ketika Hamas mencapai kemenangan dengan jumlah punggutan suara tertinggi rakyat Palestin, mengalirlah pelbagai tekanan berat baik politik maupun ekonomi dari rejim zionis, AS dan Eropah, terhadap Hamas agar menyerah kepada tuntutan-tuntutan ilegal rejm Tel Aviv.

Sayangnya, sejumlah negara Arab dan pihak-pihak tertentu yang menginginkan perdamaian dengan rejim zionis, ikut menekan Hamas untuk menghentikan penentangannya terhadap rejim penjajah ini. Serangan zionis ke Semananjung Gaza, merupakan cara terakhir Tel Aviv untuk menjatuhkan pemerintahan sah Palestin pimpinan Hamas, atau paling tidak, untuk memaksanya agar bersedia menhulurkan tangan perdamaian kepada rejim zionis. Dengan demikian, dengan pelbagai kejahatan terbarunya di Semananjung Gaza, kembali rejim zionis menghadapkan pengakuan negara-negara Barat sebagai pembela HAMAS dan demokrasi, kepada tanda tanya besar yang sangat serius.

Usaha negara-negara Barat dengan menggunakan pelbagai alat politik dan ekonomi untuk menggulingkan pemerintahan sah Palestin pimpinan Hamas, membuktikan dengan jelas bahwa negara-negara Barat ini sama sekali tidak memiliki komitmen terhadap demokrasi dan suara rakyat. Negara-negara Barat ini, bukan hanya tidak melakukan langkah serius untuk menghentikan tindakan biadab rejim zionis terhadap warga Palestina, bahkan AS mengumumkan bahawa ia akan mencegah keluarnya resolusi apa pun anti rejim teroris Tel Aviv di DK PBB. Dengan demikian sudah semakin jelas bagi warga dunia, siapa penegak demokrasi yang sebenarnya dan siapa yang hanya menjadikan istilah ini sebagai slogan kepentingan politik semata-mata.