Ibnu Qayyim Al Jauzi pernah berkata:
“Sebenarnya masa bagi manusia adalah umurnya, masa boleh berfungsi sebagai bahan abadi kehidupannya yang penuh nikmat atau bahan kehidupannya yang sempit dalam azab yang pedih. Masa berlalu bagai berlalunya awan. Setiap kali masanya untuk dan bersama Allah. itulah kehidupan dan umurnya. Selain dari itu, tidak dapat dianggap sebagai kehidupannya walaupun dia hidup bagai hidupnya haiwan ternak. Dan jika dia habiskan waktunya dalam kelalaian dan angan-angan kosong maka yang dipilih setelah itu adalah tidur yang panjang, maka kematiannya adalah lebih baik dari hidupnya”. (Dari kitab Al-Iwabu Al-Kahfi, hal 184, karangan Ibnu Qayyim).










