Infopalestina-Alquds : Berita Lebanese Broadcasting Corporation (LBC) yang berpusat di Lebanon, 21 Disember 2006 yang lalu menayangkan gambar terowong di bawah Masjid Al-Aqsha.
Dalam laporannya yang dimuat oleh harian Libanon "Amal Syahadah" menyebutkan, penggalian terowongan oleh yahudi Israel di bawah Masjid Al-Aqsa dimulai kembali. Jelas dalam gambar sejumlah terowong di bawah masjid yang sudah dibangun menggunakan beton dan seluruh lantainya dipasang cermin.
Hal ini menegaskan bahawa penggalian ini, semakin mendekatkan mereka pada tujuannya, iaitu menguasai secara penuh masjid Al-Aqsha.

Terowong ini merupakan tempat ziarahnya bangsa yahudi. Orang di luar yahudi tidak diperbolehkan memasuki ruangan ini. Sementara pintu masuknya dikawal ketat tentera yahudi yang lengkap bersenjata.
Laporan tv LBC ini juga memuat pernyataan Syaikh Kamal Khotib, wakil ketua gerakan Islam Palestin. Beliau menyebut, penggalian terowong tersebut sudah melebihi batas penyelidikan, yang dijadikan alasan bagi Israel dalam melakukan kegiatannya. Kegiatan mereka sekarang sudah mengarah pada pembangunan sinagog yang mereka impi-impikan. Syaikh Khotib mengatakan pada fasa berikutnya kita akan menyaksikan pembangunan sinagog di bawah Masjid Al-Aqsa yang lebih besar dari ini. Sekarang bangunannya masih berada di bawah Al-Aqsha. Besok kemungkinan sudah berdiri di atasnya. Inilah yang sangat kita kuwatirkan, ungkapnya.
Berdasarkan laporan ini, maka Lembaga Al-Aqsa Palestin memberikan pernyataan sikap:
1. Laporan dari LBC di atas menegaskan, bahwa pembangunan terowong di bawah Masjid Al-Aqsa masih berlangsung, sejak mulanya penjajahan mereka di kota Al-Quds tahun 1967 hingga sekarang.
2. Lembaga Al-Aqsa menganggap pembuatan terowongan tersebut sangat berbahaya terhadap eksistensi Masjid Al-Aqsa.
3. Pembangunan terowong tersebut telah menyebabkan retaknya sebagian tembok Masjid Al-Aqsa. Diantaranya, tembok bagian barat yang hampir runtuh. Padahal sudah diingatkan sebelumnya oleh lembaga waqaf Islam dan lembaga Al-Aqsa.
4. Masjid Al-Aqsha saat ini, dalam kondisi sangat mengkhuwatirkan, yang sebelumnya sudah diwar-warkan oleh gerakan Islam Palestina, melalui ketuanya, Syaikh Raed Shalah dan wakilnya Syaikh Kamal Khotib.
5. Lembaga Al-Aqsa menyeru ummat Islam dan dunia Arab secepatnya mengambil langkah penyelamatan terhadap Masjid Al-Aqsha yang tampak semakin kritis.
6. Seruan serupa disampaikan kepada para pemimpin Arab yang telah memberikan perhatiannya terhadap masjid Al-Aqsa, untuk meningkatkan intensitas perhatianya terhadap masalah Al-Quds dan masjid Al-Aqsha agar tersebar opini bahwa kondisi Al-quds dan Masjid Al-Aqsa sedang sangat kritis. (pi/asy)











